Home / Umum / Antara Ahok yang Kafir dan Kaji Lulung yang Muslim, Siapa yang masuk Surga

Antara Ahok yang Kafir dan Kaji Lulung yang Muslim, Siapa yang masuk Surga

Oleh: Professor Sumanto Al Qurtuby **

Sering saya melihat tulisan yang beredar luas di dumay tentang sosok Koh Ahok dan Kaji Lulung yang kira2 begini bunyinya: “Seburuk-buruk Lulung dia itu Muslim dan sebaik-baik Ahok dia itu kafir [Kristen – red] . Muslim walaupun buruk masih bisa masuk surga, kafir walau baik tetap kekal di neraka.” Inilah salah satu contoh orang yang “gagal njegal” membaca teks2 keagamaan.

Kalau memang semua Muslim itu masuk surga, kenapa kalian bersemangat mengafir-sesatkan saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula kalian dengan suka-rela dan kejinya mengumpat, mengutuk, dan mengfitnah saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula kalian begitu heroiknya mengusir saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula kalian dengan beringasnya ngamuk2 dan merusak properti milik saudara2 Muslim sendiri? Kenapa pula bahkan kalian rela berbuat kekerasan dan membunuh sesama Muslim?

Lalu, Islam seperti apakah yang kalian maksud? Muslim seperti apakah yang akan masuk surga? Betapa murah dan “murahannya” surga itu, jika hanya dengan “tiket Islam” bisa memasukinya. Bukan islam, melainkan kualitas keislaman yang membuat orang masuk surga itu. Bukan agama, melainkan kualitas keagamaan, yang mengantarkan orang ke surga. Saya percaya, surga itu (jika memang ada) bukan disediakan untuk agama ini dan itu, untuk etnis ini dan itu. Tetapi untuk umat manusia yang memiliki “kualitas kemanusiaan” apapun agama dan etnis mereka.

Apalah artinya kalian mengaku-aku sebagai umat beragama jika perilaku kalian seperti orang2 tak beragama. Lebih baik umat non-agama tetapi hati dan perilakunya seperti “malaikat” ketimbang umat beragama tetapi hati dan perilakunya laksana setan yang gentayangan. Alih2 menuduh Ahok tak bakal masuk surga, bisa2 justru kalian sendiri yang nyemplung ke neraka…

  **Professor Sumanto Al Qurtuby adalah dosen di King Fahd University of Petroleum & Minerals Jurusan Anthropology Arab Saudi dari 2014 sampai Sekarang 

Tag : #Ahok Kafir, #Kaji Lulung 

About abah

Check Also

FPI MAU MENJAGA KEBHINEKAAN ? JAWAB DULU PERTANYAAN INI!

  FPI PENJAGA KEBHINEKAAN? JAWAB DULU INI!” Oleh : Ahmed Zain Oul Mottaqin Mari kita …

11 comments

  1. saya yakin ahok yg lebih dulu masuk surga..

  2. jg surga tak pernah ada.. hhhmmmm.. saya rasa jg begitu.. surga neraka hanyalah simbol agar org2 takut berbuat jahat. bagi saya surga adlh ketika qt tdk berbuat jahat dan bisa hidup tenang tanpa ada rasa takut akibat perbuatan qt..

  3. MAkanya gagal paham. Soalnya dicari2 di Al Quran semuanya cuma nyebut yang dijamin itu Mukmin. Gak ada Muslim.

  4. tulisan yang dipermasalahkan sama Sumanto "“Seburuk-buruk Lulung dia itu Muslim dan sebaik-baik Ahok dia itu kafir [Kristen – red]. Muslim walaupun buruk masih bisa masuk surga, kafir walau baik tetap kekal di neraka.”

    response Sumanto "Kalau memang semua Muslim itu masuk surga, kenapa kalian dst dst"

    Sangat jelas kalau si Sumanto ini tolol karena menerjemahkan kalimat "masih bisa masuk surga" dengan "semua Muslim itu masuk surga".

    Contoh kalimat.
    Sumanto masih bisa menerima dana dari asing.
    Tentu saja tidak bisa diterjemahkan menjadi
    Sumanto menerima dana dari asing.

    Semoga yang membaca komen ini paham perbedaan yang saya maksut.

    dalam tulisan yang di permasalahkan Sumanto ada kalimat yang berbunyi begini "kafir walau baik tetap kekal di neraka"…. Entah kenapa Sumanto ndak berani atau menghindar bahas bagian yang ini hehehe … bisa jadi hal ini disebabkan karena hati nurani-nya sebagai manusia yang berktp islam membenarkan kalimat itu.

  5. Profesor Sumanto sudah kena tipu daya syiah,

  6. Alhamdulillah, ini yang bingung siapa, yang dibahas apa. Mas, mbak, ngerasa sok bener semua apa gimana sih! Bahas pribadi masing-masing aja yuk, biar bisa tambah baik, biar bisa lebih banyak memberikan manfaat untuk orang lain.
    Jangan suka bahas masalah orang lain, bahaya ghibah.

  7. Alhamdulillah, ini yang bingung siapa, yang dibahas apa. Mas, mbak, ngerasa sok bener semua apa gimana sih! Bahas pribadi masing-masing aja yuk, biar bisa tambah baik, biar bisa lebih banyak memberikan manfaat untuk orang lain.
    Jangan suka bahas masalah orang lain, bahaya ghibah.

  8. Gelar mah profesor,tapi pemahamannya mah nol besar

Leave a Reply

%d bloggers like this: