Home / Umum / Denny Siregar : Awal Perang Besar Akhir Zaman

Denny Siregar : Awal Perang Besar Akhir Zaman

Oleh : Denny Siregar

AWAL PERANG BESAR AKHIR ZAMAN

Imam Ali as berkata :
“Apabila terjadi bentrokan dua pasukan di Suriah, maka itu tidak akan berakhir kecuali dengan sebuah tanda dari Allah..”

Beliau ditanya: “Apa yang dimaksud dengan itu ya Amirul Mukminin?”

“Goncangan akan terjadi di Suriah. Akan mati lebih dari seratus ribu orang dimana Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi orang2 mukmin (spt mati syahid, pen) dan adzab bagi para kafirin (para terorist, pen).

Kalau sudah demikian, maka lihatlah pada kuda2 beban pembawa yg berat yg memancarkan percikan2 cahaya yg terkendali dan bendera2 kuning yg datang dari arah barat yg sampai ke Suriah, dimana hal itu terjadi ketika sudah terjadi keluh kesah yg teramat besar (keputus-asaan) dan kematian yg memerah (pembantaian).

Ketika terjadi itu terjadi, maka lihat pada lenyapnya satu desa bagian dari Damasyqus yg disebut deda Harasta. Ketika itu juga keluar anak dari pemakan jantung (anak hindun = keturunan mu’awiyyah) dari dataran kering dan naik mimbar di Damasyqus. Sesudah itu, tunggulah kedatangan al-Mahdi..”

Sejak awal pecah perang Suriah di tahun 2011, saya dan beberapa teman mengamati betul situasi Suriah, karena Suriah sering disebut2 dalam hadis sebagai awal dan akhir dari perang terbesar di dunia.

Api di Suriah akan membesar dan melibatkan banyak negara. Perhatikan kata dalam riwayat tersebut seperti “kuda2 beban pembawa yg berat yg memancarkan percikan2 cahaya yg terkendali”. Ini menggambarkan senjata2 militer canggih seperti rudal.

Perang Suriah ini bukan perang biasa. Apinya menjilat kemana2. Fitnah2 besar dan massif akan menyebar ke seluruh dunia. Semua terkena dampaknya. Orang banyak akan dibuat bingung, siapa musuh sebenarnya ? Disitu terlibat AS, uni Eropa, negara2 arab, Iran, Rusia dan China. Tidak ada sekat agama dalam perang ini, karena kedua blok sama2 multi agama. Yang ada adalah BENAR dan SALAH.

Sejak awal perang Suriah yang berkembang ke Mesir dan negara2 arab lain, trus panas asap-nya ke Indonesia, akal kita terus digodok antara benar dan salah, benar dan salah, terus seperti itu. Kita seperti di tes, ketika dihadirkan satu peristiwa untuk menentukan mana yg benar dan mana yg salah.

Apa yang terjadi ? Kita secara otomatis akan terpecah menjadi dua barisan. Kawan menjadi lawan, yang dulu saudara sekarang hilang.

Ingat pilpres ? Pecahnya kita di pilpres sebenarnya adalah bagian dr perang ideologi yang terbelah. Prabowo dkk ke arah koalisi AS & Jordania dan Saudi, sedangkan Jokowi dkk ke arah Rusia dan China. Ini imbas dari api Suriah.

Tes ini akan terus berlanjut dan membesar. Masuknya Rusia, China dan Iran membantu pemerintah Suriah, poin utamanya bukan untuk menghajar ISIS karena ISIS itu kecil meski kekejiannya luar biasa. Tapi lebih untuk menghadang laju imperialisme koalisi AS dan Saudi yang sudah menghancurkan banyak negara spt Libya dan Irak yang berada di belakang ISIS. Tidak ada lagi non-blok, karena negara yang tidak mau bergabung dalam salah satu koalisi akan dimakan atau termakan.

Jadi tidak perlu beretorika ngambang tentang perdamaian, atau tidak usahlah perang di arena perang Suriah. Siapapun ingin damai, tapi bagaimana bisa damai kalau keluarga anda dibantai ISIS ? Atau anak anda diperkosa ISIS ? Yang masih retorika damai tidak merasakan betapa menyeramkannya kota yg sudah dikuasai ISIS. Sekali2 beli-lah paket yg banyak dan jalan2 di Youtube biar bisa merasakan suasana mencekamnya.

Semoga anda tidak semakin bingung. Di situasi ini anda, apapun agamanya, harus mulai belajar memilah mana yg benar dan mana yg salah. Jangan seperti nasibnya rakyat Suriah di perbatasan yang awalnya diprovokasi utk melawan pemerintahnya, ketika datang ISIS merekapun dibantainya tidak perduli Sunni, Syiah atau Kristen karena sejatinya ISIS tidak punya agama.

Masuknya Rusia, Iran dan China utk membantu pemerintah Suriah ini kembali akan menjadi satu peristiwa yang membelah kita menjadi dua barisan. Anda belum tentu nanti sepakat dengan saya, seperti saya yg kehilangan persahabatan gara2 situasi Mesir atau seorang teman lama yg berpisah gara2 pilpres.

Siapkan kopi, perang ini akan memakan waktu panjang dan skalanya akan sangat besar. Perhatikan kabar internasional, karena jika kita bisa memilah kebenaran dan kesalahan di Suriah, maka kita akan bisa mengenal siapa kawan dan siapa lawan di negara ini.

Nabi Muhammad Saw :

“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al-Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam ( Suriah ). Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam.”(HR Ahmad)

“Akan ada nanti tentara yang berjuang di Syam, tentara yang berjuang di Iraq, dan tentara yang berjuang di Yaman.” Rasulullah ditanya, “Kemanakah saya harus bergabung? “.. Pergilah ke Syam.” (HR. Abu Dawud).

About abah

Check Also

MENHAN: Daripada Merepotkan WNI yang Gabung ISIS sebaiknya Gak Usah Pulang ke Indonesia

PKSPUYENGAN.COM — MENHAN, daripada merepotkan WNI yang Gabung ISIS sebaiknya Gak Usah Pulang. Menteri Pertahanan …

Leave a Reply

%d bloggers like this: