Home / Umum / Diskusi Rasulullah saw Dengan Lima Orang Atheis

Diskusi Rasulullah saw Dengan Lima Orang Atheis

DISKUSI DENGAN LIMA ORANG ATHEIS 
Oleh: Sulaiman Djaya 
Dikabarkan, ketika Albert Einstein bertemu dengan Ayatullah Burujerdi (yang diperantarai oleh murid Einstein dari Iran, yaitu Mahmud Hesaby), Ayatullah Burujerdi menceritakan riwayat Nabi Muhammad saw (Rasulullah) dengan lima orang atheis (kafir). Berikut riwayatnya:
Pada suatu hari beberapa orang atheis (5 orang atheis) menemui Rasulullah (Saaw) dan kemudian mereka terlibat dalam pembicaraan yang serius dengan Rasulullah. Dan inilah sebagian dari perdebatan Rasulullah dengan mereka…..
RASULULLAH (saaw): “Apa yang menjadi alasan kalian. Mengapa kalian percaya bahwa alam semesta ini tidak memiliki awal dan tidak memiliki akhir; dan semua yang ada di alam semesta ini sudah tercipta dari dulu dan akan senantiasa ada selamanya?”
ORANG-ORANG ATHEIS: “Kami hanya mempercayai apa-apa yang bisa kami lihat. Karena kami tidak pernah melihat awal dari alam semesta ini, maka kami berkesimpulan bahwa alam semesta ini selalu ada sejak dahulu dan karena kami tidak pernah melihat kemusnahannya, maka kami berkesimpulan bahwa alam semesta ini senantiasa ada dan selamanya ada.”
RASULULLAH (saaw): “Kalau begitu apakah kalian pernah melihat alam semesta ini tanpa awal dan tanpa akhir?”
ORANG-ORANG ATHEIS: “Tidak, kami tidak pernah melihat alam semesta ini tanpa awal dan tanpa akhir.”
RASULULLAH (saaw): “Lalu bagaimana mungkin kalian mempercayai kekekalan dari alam semesta ini? Dan mengapa kalian tidak memilih pendapat orang yang percaya bahwa alam semesta ini tidak kekal karena ia tidak pernah melihat awal dan akhir dari alam semesta ini?
Sekarang, katakanlah kepadaku. Apakah waktu (hari) yang telah lewat itu terbatas atau tidak terbatas? Seandainya kalian jawab bahwa waktu yang telah lewat itu tidak terbatas, lalu bagaimana waktu yang baru bisa datang jka waktu yang lewat itu belum lewat, atau tidak pernah lewat, karena tidak terbatas?
Dan seandainya kalian jawab bahwa waktu itu terbatas maka kalian harus mengatakan bahwa waktu itu tidak kekal atau akan ada akhirnya.”
ORANG-ORANG ATHEIS: “Kami mengakui bahwa waktu itu terbatas”
RASULULLAH (saaw): “Lalu, kalian bersikeras mengatakan bahwa alam semesta itu abadi, tidak diciptakan dan tidak terbatas. Apakah kalian menyadari akan akibat dari keyakinan yang kalian anut itu. Padahal kalian sebelumnya sepakat menyatakan bahwa waktu itu terbatas. Lalu apalagi yang bisa kalian sangkal dan apalagi yang kalian akui?”

Foto: 1. Ayatullah Burujerdi, 2. Albert Einstein dan muridnya dari Iran, Prof. Mahmud Hesaby
Tag: #Diskusi Rasulullah, #Rasulullah dan Atheis, #Albert Einstein dan Muridnya, #Ayatullah Burujerdi

About abah

Check Also

Kivlan Zein: Penyerang YLBHI dari PendukungPKI, Saksi Mata: Penyerang YLBHI adalah FPI, Bamus Betawi, Dan Bang Japar

PKSPUYENGAN.COM — Kivlan Zein: Penyerang YLBHI dari PendukungPKI, Saksi Mata: Penyerang YLBHI adalah FPI, Bamus …

Leave a Reply

%d bloggers like this: