Home / Umum / FITNA: TUNGGULAH SAMPAI WAKTU MATA MEREKA TERBELALAK

FITNA: TUNGGULAH SAMPAI WAKTU MATA MEREKA TERBELALAK

Oleh: Ahmed Zain Oul Mottaqin 

“Ya akhee ya ukhtee, penyair Iraq bernama Ahmad an Nu’aimy digantung Iran lantaran membongkar kesesatan Syi’ah.”

Sudah pernah mendengar kabar tersebut? Atau bahkan sudah pernah di-tag kawan-kawan anda tentang kabar tersebut?

Pada 2015 ini di medsos begitu bertebaran fitnah ini, bahkan media (specialis) fitnah seperti Pkspiyungan dan NU Garis Lurus juga ikut menyebarkannya.

Kenyataannya, kabar tersebut adalah Hoax dan foto yang digunakan pun berasal dari tahun 2011 dimana itu merupakan foto seorang sopir yang terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap 5 orang wanita dan merampas perhiasannya. Bisa dibaca di: DISINI

Atau dari situs aslinya  berbahasa Persia yang terbit pada: sabtu, 28 Mei 2011: DISINI

Atau kalau anda tidak mau susah, ini link yang sudah di terjemahkan Google dari bahasa Persia ke Indonesia : Di Sini

Sudah berapa ribu orang yang tertipu? Sudah berapa ribu orang yang turut menyebarkan fitnah “syariah” tersebut?

Gw ga pernah masalah sama kaum yang berbeda mazhab bahkan agama dengan gw, tapi gw SANGAT BERMASALAH dengan kaum yang doyan menebar fitnah ini.

Biar gw jelasin, biar kita semua sadar bahwa persoalan fitnah bukanlah hal remeh dan anda tidak bisa “santai” saja dalam menghadapi ini.

Fitnah, tahukah anda apa itu fitnah?

Fitnah adalah hal yang mungkin kecil di mata manusia tapi hal yang AMAT BESAR di mata Tuhan (padahal Tuhan sendiri sudah Maha Besar).

Allah telah berfirman “Idztalaqqownahu bi alsinatikum wataquuluuna bi afwaahikum ma laysa lakum bihi ‘ilmun wa tahsabuunahu hayyinaw wahuwa ‘indallahi ‘adhim” >> (Ingatlah) ketika kalian menyebarkan berita (bohong) itu dari lidah ke lidah, kalian katakan dengan mulut kalian perkara yang sama sekali tidak kalian ketahui; kalian sangka bahwa hal demikian adalah perkara kecil saja, padahal dia adalah perkara yang AMAT BESAR di mata Allah.


Membuat fitnah dan turut menyebarkan fitnah itu sangat gampang hari ini. Hanya tinggal klik maka ‘argo’ dosamu berjalan. Makanya gw pernah bilang dalam memfitnah itu hanya butuh jari bukan otak, tinggal baca, percaya dan klik share ribuan orang pun sudah turut menerima kabar dusta yang anda sebarkan.

Sebagaimana bisnis, Fitnah adalah “Dosa Multi Level”, bahasa kerennya adalah dosa jariyyah. Dosa yang argonya akan terus mengalir tanpa anda sadari, bahkan ketika anda sedang tidur sekalipun. Bahkan ketika anda sudah mati pun dosa itu akan terus mengalir selama masih ada orang yang mempercayai ataupun turut menyebarkan fitnah yang anda buat maupun sekedar anda sebarkan.

Bayangkan kelak di Hari Perhitungan anda bangga membawa amal shalat yang tidak pernah bolong, puasa, zakat, sedekah, bahkan tahajjud tiap malam, tapi di Yaumul Mizan semua itu sia-sia belaka lantaran dosa jariyyah dari puluhan/ratusan bahkan jutaan orang yang turut menyebarkan fitnah yang anda bagikan tanpa sadar dan terus jalan argonya.

Ingatlah firman Tuhan ini “Qul hal nunabbiukum bil akhsariina a’mala, alladziina dholla sa’yuhum fil hayatid dunya wahum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun’an” >> Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.

Makanya jadi muslim itu yang kritis. Begitu banyak muslim “sumbu pendek” yang hari ini begitu termakan nafsu ashobiyyah-nya lalu dengan mudahnya mereka menyebarkan sebuah berita tanpa tabayyun hanya karena berita itu memojokkan golongan yang mereka benci. Padahal Allah sudah memerintahkan (Ingat! ini PERINTAH bukan anjuran) “fatabayyanu” >> BERTABAYYUNLAH (Cross checking) agar kalian tidak menzalimi sebuah kaum yang membuat kalian AKAN MENYESAL kemudian.

Bayangkan jika dalam Qur’an Tuhan saja mengumpamakan mengghibah seorang manusia seperti memakan daging saudaramu yang telah mati (padahal ghibah itu adalah berita benar yang merupakan aib seseorang) lalu bagaimana dengan fitnah yang merupakan berita dusta? Tentu perumpamaannya jauh lebih buruk lagi. Dan berapa banyak muslim yang siang malam melakukan hal ini?

Jangan anggap remeh fitnah anda (bahkan terhadap Syi’ah sekalipun). Berapa banyak muslim akan dibunuh, didiskriminasi, rumahnya dibakar, mengungsi dll hanya lantaran fitnah yang turut anda sebarkan.

Fitnah adalah dosa sosial yang berhubungan dengan ‘hablumminannas’ (hubungan dengan sesama manusia). Mungkin suatu saat kau akan menyesal dan bertaubat. Tapi apa akan segampang itu? Tuhan mungkin akan mengampuni dosa-dosamu terhadap-Nya, tapi bagaimana dengan dosa-dosamu terhadap orang yang kau fitnah.

Sekeras apapun pertaubatanmu, Tuhan tidak akan mengampuni dosa sosial sehingga anda meminta maaf kepada orang-orang yang anda zalimi dan mereka memaafkan anda. Sebanyak itu fitnah anda yang menyebar dan terus disebarkan, maka semakin berjalan terus argo dosa anda sampai hari kiamat, tak peduli anda hidup atau mati.

Jujur, gw sendiri tidak berharap para pemfitnah ini mendapat hidayah. Karena percuma saja, apa yang lepas takkan bisa kau tarik kembali.

Istiqomahlah dalam memfitnah. Biarkan Malaikat ‘Atid yang di sampingmu itu selalu sibuk mencatat dosa-dosamu, dosa orang-orang yang ikut menyebarkan fitnahmu, dan dosa akibat derita orang-orang yang teraniaya akibat fitnahmu dan fitnah orang-orang yang ikut menyebarkan fitnahmu.

Mungkin kelak di hadapan Tuhan anda akan ‘membela diri’ dan berkata “Ahh saya kan cuma ikut menyebarkan bukan saya yang membuat fitnah itu.”

Ya semoga saja anda masih sempat mengatakannya kelak di hadapan Tuhan. Tapi jangan lupa orang-orang yang menderita akibat fitnahmu pun akan melakukan pengaduan berat di hadapan Tuhan. Dan percayalah pembelaan dirimu akan sia-sia saja, karena Tuhan sendiri telah bersumpah bahwa Dia kelak akan membela orang-orang teraniaya di hadapan si zalim.

Bahkan di dunia saja Tuhan telah berfirman doa orang-orang teraniaya itu menembus langit dan tak terhijab dari-Nya. Camkan sumpah Allah ini “Wala tahsabannallaaha ghaafilan ‘ammaa ya’maludh dhalimun, innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasyhashu fiihil abshor” >> Dan janganlah sekali-kali kalian mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai HARI YANG PADA WAKTU ITU MATA MEREKA TERBELALAK.

About abah

Check Also

MENHAN: Daripada Merepotkan WNI yang Gabung ISIS sebaiknya Gak Usah Pulang ke Indonesia

PKSPUYENGAN.COM — MENHAN, daripada merepotkan WNI yang Gabung ISIS sebaiknya Gak Usah Pulang. Menteri Pertahanan …

Leave a Reply

%d bloggers like this: