Home / Internasional / Peran Besar Arab Saudi Dalam Menghancurkan Palestina

Peran Besar Arab Saudi Dalam Menghancurkan Palestina

Seorang ibu sambil menggendong bayinya menginjak poster bergambar foto Donald Trump, Netanyahu dan Raja Salman di Raffah – Palestina

PKSPUYENGAN.COM — Peran Besar Arab Saudi Dalam  Menghancurkan Palestina. Ini tulisan bagus….!!
Tulisan ini cukup berani, mengulas hal sensitive dan tersembunyi – walaupun baunya tercium dimana mana :
===================

PENDAHULUAN.

Ada hal yang menarik ungkapan seorang teman bahwa memang Etnis Yahudi itu seperti kerikil didalam sepatu. Bila mereka miskin, mereka selalu mengeluh dan menyalahkan pemerintah. Bila mereka kaya, mereka menindas yang miskin. Bila mereka pintar mereka akan menghasut orang miskin untuk melawan penguasa dan orang kaya.

Karl Max adalah asli Yahudi.
Etnis Yahudi dimanapun berada tidak pernah bisa menyatu dengan budaya lokal.

Mereka menentang Gereja.
Tentu ini mengganggu kemapanan politik di Eropa.
Itu sebabnya pada 1799 ada wacana dari para penguasa di Eropa untuk merelokasi Etnis Yahudi.Tujuannya tentu memindahkan masalah sosial di Eropa ke suatu tempat.

Andaikan usulan Theodore Herzl yang dikenal sebagai Bapak Zionis didukung pendanaan oleh Inggris maka Negara Israel tidak akan berdiri ditanah Palestina karena Etnis Yahudi akan bermukim di salah satu wilayah di Uganda atau Argentina.

Namun karena Haim Weizmann , seorang Yahudi Rusia , mempunyai ide merelokasi etnis Yahudi ke Palestina, sejarah menjadi lain.
Apalagi idenya didukung pendanaan tak terbatas dari Baron Rothschild, yang dikenal sebagai Konglomerat Banker Yahudi.

Weizmann dan Rothschild , mencoba mendekati Inggeris yang dia tahu sedang dalam kesulitan keuangan akibat perang.

Baron Rothschild, mengajukan proposal membeli tanah Palestina yang merupakan koloni Inggeris untuk pemukiman bangsa Yahudi. Jadi ini sama seperti pengusaha minta kawasan atau Block City untuk dibangun perumahan exclusive.

Inggris menyetujui deal business ini.

Pada 2 November 1917 di tanda tangani “Deklarasi Balfour”.
Inggeris memberikan hak akan tanah Palestina kepada Yahudi dengan satu syarat bahwa Yahudi tidak boleh menggangu kehidupan beragama non Yahudi.

Agar legitimasi deal ini kuat maka Deklarasi Balfour dimasukkan ke dalam Perjanjian Damai Sevres pada 10 Agustus 1920 antara Ottoman Turki dan sekutu.
Inti dari perjanjian ini adalah pembagian wilayah milik Dinasti Ottoman.

Para kepala suku Arab bersenang hati karena perjanjian itu.

Kelak kepala-kepala suku inilah yang akan jadi Raja di Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Yordania dll. Jadi dari awal keberadaan Yahudi di Palestina adalah bagian dari kesepakatan berdirinya negara negara Arab paska jatuhnya kekuasaan Khilafah Ottoman Turki.

MEMELIHARA KONFLIK.

Soal “Palestina tanah yang dijanjikan” hanyalah jargon propaganda agar orang miskin dari Etnis Yahudi yang tersebar di Eropa mau direlokasi.
Untuk diketahui 70% Etnis Yahudi yang direlokasi ke Palestina itu berasal dari Rusia yang sudah dianggap sampah oleh Tsar.

Yang sangat disesali Inggris adalah ketika Amerika berada dibalik agenda terbentuknya negara Israel. Padahal awalnya tidak ada rencana mendirikan negara israel, yang ada hanyalah memberikan pemukiman bagi Etnis Yahudi.

Ternyata agenda Baron Rothschild keluar dana tidaklah gratis.
Dia punya agenda tersendiri dan ini didukung penuh oleh Truman, Presiden Amerika ketika itu, yaitu mendirikan negara Israel.

Walau rencana Truman tidak sepenuhnya didukung oleh elite politik Amerika yang ditandai dengan mundurnya Marshall sebagai Menlu, sebagai bentuk protes atas persetujuan Truman atas berdirinya negara Israel namun tahun 1947 Negara Israel berdiri.

Amerika adalah negara pertama yang mengakui Israel sebagai negara yang kemudian diikuti oleh Rusia, China, Inggris sehingga Israel legitimate sebagai negara yang bernaung dibawah PBB.

Sebagai pengusaha Minyak, Rothschild melihat Timur Tengah melihat masa depan gilang gemilang.

Dia tahu bahwa Timur Tengah adalah lumbung dollar hitam sangat raksasa.
Menguasai minyak sama artinya menguasai dunia.

By design dia menempatkan Amerika sebagai pengendali Timur Tengah melalui berdirinya Negara Israel. Walaupun saat sekarang negara-negara Arab minus Libanon dan Siria berada dibawah kendali Amerika, namun Israel masih dipertahankan.
Amerika perlu menciptakan rasa tidak aman di Timur Tengah, dan itulah peran Israel yang paling utama.

Issue agama bahwa Yahudi adalah Musuh Umat islam dikekalkan oleh Amerika agar peran Israel sebagai anjing pengembala bisa optimal. Negara Arab seperti Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Yordania, harus mendekat kepada Amerika agar aman dari serangan Israel.

Kemudian setelah Revolusi Islam Iran, peran Amerika semakin besar memberikan rasa aman kepada raja-raja Arab dari gelombang revolusi Islam Iran, yang mengancam kekuasaan raja-raja Arab. Kemudian agenda Arab Spring yang ditandai gelombang tuntutan demokratisasi di Timur-Tengah, semakin membuat takut para raja Arab, semakin membuat mereka tergantung dengan Amerika.

Konflik di Siria akan terus dipelihara dan pada waktu bersamaan Amerika juga menciptakan hantu seperti ISIS yang akhirnya membuat negara-negara Arab semakin takut dan menghamba kepada Amerika.
Jadi, rasa tidak aman inilah yang terus diciptakan oleh Amerika di Timur Tengah, termasuk konflik Palestina-Israel.

Ada dua hal yang memastikan instabilitas di Timur Tengah dan karenanya Amerika dianggap sebagai The Second God bagi negara negara Arab.

Pertama, melalui politik adu domba sehingga barisan persatuan Arab jadi pecah.
Itu bisa dilihat seperti kasus terdapatnya faksi HAMAS dan AL FATAH didalam tubuh perjuangan Palestina yang satu sama lain punya pandangan berbeda untuk menuju kemerdekaan Palestina.

Kedua, memelihara konflik dengan Iran.
Issue yang dikembangkan adalah program Nuklir Iran mengancam perdamaian di Timur Tengah.
Tentu dibalik Iran ada China dan Rusia yang siap siaga menangguk diair keruh namun sampai kini Amerika tidak pernah menyerang Iran walau berbagai kecaman dan embargo dilakukan oleh Amerika dan sekutunya.

Ya, Iran tidak akan diserang dan issue program nuklir Iran akan terus diperlihara oleh Amerika. Karena tujuan Amerika bukanlah memusuhi Iran tapi memberikan rasa takut dan rasa tidak aman bagi para raja Arab yang sudah hidup bergelimang kemewahan dunia.

Baik israel maupun Iran, tidak pernah saling serang dan tidak pernah bertemu di front peperangan secara langsung namun kedua negara ini ada dibalik semua konplik Timur Tengah.

Keadaan ini akan terus dipertahankan Amerika agar geostrategisnya terhadap Timur Tengah dan kepentingan konglomerasi business oil and gas tetap terjaga.

Maklum saja ¼ cadangan minyak dunia ada di negara Arab dan Amerika merupakan konsumen oil dan gas terbesar di dunia. Mesin industri Amerika dan pertumbuhan ekonominya sangat bergantung dengan minyak dan gas.

ANTI KLIMAKS.

Pengakuan AS terhadap Israel dengan memindahkan Kedutaan AS di Yarusalem bukanlah datang mendadak tapi sudah di rencanakan AS sejak tahun 1995.

Pada tahun 1999 pernah di coba tapi gagal karena dampaknya besar menimbulkan konflik.
Tahun 2016, Trump menjanjikan dalam kampanye untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dan tahun ini janji itu ditunaikan.

Mengapa ?
Karena naiknya Trump sebagai presiden itu berkat bantuan pendanaan dari konglomerat Financial Yahudi, dan merekalah yang ada dibelakang Trump.

Sikap Jokowi jelas menolak rencana AS yang akan memindahkan Kantor Kedutaan Besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem, Palestina. Karena hanya PBB yang berhak memutuskan.
Wilayah Palestina masih dibawah pengawasan PBB.

PROXY AS DAN YAHUDI.

Hubungan Prabowo Subianto dengan keluarga Rothschild dilakukan melalui Hashim Djojohadikusumo (adik kandung Prabowo) yang memang menjadi pendana utama gerakan Prabowo melalui Gerindra, Tidar dan sebagainya.

Di Rusia, Hashim cukup dekat dengan kelompok penguasa tambang Rusia seperti bangsawan Rusia Oleg Deripaska dan Reuben Brothers yang di kenal sebagai Investor Yahudi Global asal London.

Oleg Deripaska dan Reuben Brothers bersama Nat Rothschild dan Peter Mandelson (politikus Rusia) berinvestasi bersama di United Company Rusia Aluminium (Rusal). Melalui pertemanannya dengan Reuben Brothers dan Oleg Deripaska, Hashim juga dekat dengan Robert Friedland, seorang Yahudi pemain tambang legendaris asal AS.

Robert Friedland memiliki tambang emas dan tembaga raksasa di kawasan Mongolia dan menjual hasil tambangnya salah satunya ke Rusia, sehingga Robert Friedland juga dekat dengan Oleg Deripaska dan Reuben Brothers.

Group mereka inilah yang ada dibalik Freeport McMoran yang berupaya membatal kesepatakan divestasi Freeport Indonesia dan kalau dilaksanakan maka harus menggunakan skema mereka. Karena itulah sikap pemerintah Indonesia mendukung Palestina tidak mendapatkan response dari massa Islam yang doyan demo.

Bayangkan kalau China memindahkan kedutaannya ke Yerusalem…bisa 7,5 juta orang yang demo.

+PortalPuyengan

Sumber: DdB

About Admin PKS Puyengan

Leave a Reply

%d bloggers like this: