Home / Umum / Persamaan Antara Homoseksual dan Radikalisme

Persamaan Antara Homoseksual dan Radikalisme

AGAMA HOMOSEKSUAL [LGBT-red] 


Oleh: Denny Siregar 

Coba kita duduk sejenak dan berfikir dengan jernih.


Anggaplah saya ini media. Setiap waktu selama berpuluh-tahun, saya mengatakan bahwa buah APEL itu adalah JERUK. Saya mengundang para pakar yang saya bayar yang akan menerbitkan jurnal ilmiah dari segala sisi bahwa apel itu adalah jeruk.


Apa yang akan terjadi ? 


Secara otomatis anda akan mempercayai bahwa apel itu adalah jeruk. Apalagi ada dasar2 “ilmiah” berdasarkan “penelitian” para pakar, meski anda bahkan tidak pernah memegang jurnal ilmiah itu dan tidak mempunyai pengetahun itu, hanya berdasarkan informasi dari google. 


Begitulah cara propaganda yang merasuki akal dan mengubah pola pikir dan perilaku anda. Anda akan menjadi seperti yang mereka inginkan.


Dan perhatikan yang ini…


Ketika anda keluar dari negeri ini dan mengunjungi daerah lain, anda menemukan komunitas yang mengatakan bahwa apa yang anda yakini sebagai jeruk, sebenarnya adalah apel. Anda tetap ngotot itu jeruk, bertahan pada kesalahan pikir yang sudah terdoktrin bertahun-bertahun. 


Dahsyat bukan ?


Anda harus memahami ini dengan benar, supaya anda bisa mengetahui bagaimana cara mereka mengontrol kita.


Dan ketika akhirnya anda menganggap bahwa homoseksual itu benar, karena takdir, karena kromosom etc berdasarkan “jurnal ilmiah” yang bahkan anda bukan seorang ahlinya, hanya copas sana sini dengan bangga seakan2 anda sudah berilmu, berarti mereka sudah menang. Propaganda mereka berhasil. 


Ketika propaganda mereka berhasil, maka mereka berharap hasilnya adalah kerusakan moral, pembangkangan terhadap hukum Tuhan dan penyimpangan perilaku. Kekacauan tatanan yang sudah diatur oleh agama. 


Anda malah mendukung para homoseksual dan – secara tidak sadar – mendukung mereka dan membenarkan kesalahan2 berfikir mereka dengan meyakini bahwa itu takdir Tuhan. 


Begitulah kemenangan propaganda, dan kekalahan agama. 


Sama persis ketika seorang di doktrin bahwa radikalisme adalah bagian dari menjalankan firman Tuhan. Meski secara akal mereka yang sehat itu salah, mereka menganggap bahwa “menggorok leher orang kafir” adalah kebenaran. Sama berbahayanya.


Jadi ketika seseorang mencoba mencuci akal sehat saya bahwa homoseksual itu legal, maaf maaf saja… 


Saya hanya pakai hukum Tuhan sebagai pegangan di era pemerkosaan pikiran ini, bukan hukum para pakar yang pasti manusia dengan segala kebutuhan dasar dan kepentingan mereka. 


Tuhan mengajarkan kita minum secangkir kopi dengan benar, bukan sambil split kaki mengangkang ke atas.

Tag: #Homoseksual, #Radikalisme

About abah

Check Also

Akhirnya Komnas HAM mengakui Rizieq Shihab Bukan Ulama

PKSPUYENGAN.COM — Akhirnya Komnas HAM mengakui Rizieq Shihab Bukan Ulama. Karena banyak ulama yang berseberangan …

Leave a Reply

%d bloggers like this: