Home / Umum / Ust Abu Janda : BISIKAN SETAN VS HIDAYAH TUHAN

Ust Abu Janda : BISIKAN SETAN VS HIDAYAH TUHAN

Oleh : Ust Abu Janda al-Boliwudi


Pertanyaan yang mungkin sering timbul di benak para Santri Pondok al-facebooki adalah.. mengapa nasihat pak Menteri Agama Lukman Hakim begitu menyejukkan BERBEDA dengan (katakanlah) Habib Rizieq yang provokatif? Atau mengapa Ustad Abu Janda mengajarkan toleransi BERBEDA dengan aliran Wahabi yang dianut teroris Al-Qaeda & ISIS yang penuh kebencian?


PADAHAL KAN SAMA-SAMA ISLAM?


Jawabannya mudah, karena insan beragama TIDAK KEBAL terhadap “bisikan Setan” yang menebar kebencian mengajarkan manusia untuk saling bermusuhan. Justru semakin kental label “agama” digunakan, semakin militan upaya korupsi Setan. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin tinggi pangkat Setan yang membisikinya.

Karena baik Islam, Kristen, Budha & semua agama di bumi yang punya Kitab Suci, mengajarkan bahwa dunia ini adalah pertempuran abadi antara kekuatan BAIK melawan kekuatan JAHAT, cahaya kebaikan melawan kuasa kegelapan, bisikan IBLIS melawan hidayah TUHAN.


Karena Agama diturunkan Allah kepada umat Manusia melalui nabi-nabi yang berbeda hanya untuk satu tujuan, dan hanya SATU TUJUAN, tidak ada tujuan lain, yakni: MENYATUKAN umat Manusia agar hidup berdampingan damai & harmonis.


Makanya “membunuh” adalah hal yang paling TEGAS DILARANG dalam setiap Kitab Suci. Karena pembunuhan adalah kejahatan paling KEJI yang bisa dilakukan anak manusia, dilakukan pertama kali oleh anak Nabi Adam Qabil & Habil (Cain & Abel dalam kitab Injil).


ISLAM MELARANG MEMBUNUH
DILARANG membunuh manusia lain
DILARANG “membunuh” silaturahmi
DILARANG “membunuh” kebaikan
DILARANG “membunuh” keadilan


Penerapan ayat-ayat dari kitab suci Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari TIDAK BOLEH keluar dari kaidah diatas, yakni: WAJIB diterapkan tanpa membunuh manusia lain, tanpa membunuh silaturahmi, tanpa membunuh kebaikan & tanpa membunuh keadilan.


Jadi apabila ayat-ayat kitab suci Al-Quran diterapkan untuk membunuh manusia lain, membunuh silaturahmi antar umat beragama, membunuh kebaikan & membunuh keadilan, DIJAMIN sedang menjalankan BISIKAN SETAN, bukan hidayah Allah, meskipun bertamengkan ayat kitab suci.


jadi ketika ada bisikan-bisikan seperti ini..
“tapi kan terorisme melawan penindasan”
“tapi kan muslim teraniaya, kita cuma membalas”
“tapi kan toleransi jangan sampai merusak akidah”
GARANSI 100% SEMUANYA ADALAH BISIKAN SETAN


Karena Setan selalu mencari DALIH untuk membuat manusia MEMBUNUH manusia lain, membunuh silaturahmi, membunuh kebaikan & membunuh keadilan. Padahal Allah sangat tegas mengutuk pembunuhan & murka terhadap ketidak adilan..


“dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil-lah! karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (Al-Quran, Surat Al-Maidah 5 : 8). 


Karena ketidak-adilan adalah BIBIT SETAN yang merusak kerukunan umat Manusia, dan kerukunan adalah HAKIKAT agama yang wajib dijaga agar tidak keluar dari nilai-nilai agama itu sendiri. Maka ketika Menteri Agama Lukman Hakim memberikan nasihat, 


“Agama adalah untuk menjaga perilaku diri sendiri, bukan untuk menilai orang lain.”, jangan dikira nasihat tersebut diberikan tanpa dalil Al-Quran!


وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَاءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا


“Dan katakanlah, kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir.” (Al-Quran, Surat Al-Kahfi : 29)


BARANGSIAPA YANG INGIN KAFIR, BIARKANLAH DIA KAFIR. Allah sangat tegas memerintahkan Muslimin & Muslimat agar tidak “KEPO” (banyak urus) ngurusin orang berbeda agama berbeda keyakinan. Allah MELARANG Muslim menilai keimanan orang lain, apalagi akidah sesama muslim.


BIARKAN DIA KAFIR! (perintah Allah)


Karena mereka yang mengaku muslim tapi sibuk mengurusi keimanan, keyakinan orang lain adalah KURANG MENGAJI Al-Quran & kurang memahami hakikat Islam yang TIDAK BOLEH dari kaidah keadilan & kebaikan dalam penerapan kehidap sehari-hari.


Ustad Abu Janda al-Boliwudi


VIVA: Menag, Agama untuk jaga Perilaku, Bukan untuk Menilai Orang Lain
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/717199-menag–cara-pandang-agama-berbeda-rentan-picu-konflik


‪#‎IslamTanpaMengkafirkan,
‬‪#‎ITM‬, #ust abu janda, #Bisikan Setan

About abah

Check Also

Jakarta Terpilih Sebagai Kota Paling Intoleran Se Indonesia

PKSPUYENGAN.COM — DKI Jakarta terpilih sebagai kota paling intoleran dari 94 kota di Tanah Air berdasarkan …

Leave a Reply

%d bloggers like this: