Home / Umum / Walikota Bogor Hadiri Peresmian kantor Khilafah HTI Tanpa Bendera Merah putih

Walikota Bogor Hadiri Peresmian kantor Khilafah HTI Tanpa Bendera Merah putih

Bima Arya Ini sebenarnya Walikota di Indonesia apa Khalifah di Arab sana, apa benar dia Walikota atau hanya Walionta
————

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengapresiasi kemandirian dan konsistensi Hizbut Tahrir Indonesia  (HTI) Kota Bogor. Pasalnya, dengan kemandiriannya, HTI Kota Bogor mampu memiliki kantor berlantai tiga di JL. kS Tubun No. 19 Kota Bogor.

“Semoga dengan berdirinya kantor baru ini, teman-teman dari HTI mampu konsolidasikan diri untuk memantapkan program-programnya [program HTI al: mengganti UUD dan Pancasila, mengganti Presiden dengan lhilafah-red] ,” ujar Bima usai menghadiri kantor DPD II HTI Kota Bogor, Senin (8/02/2016), seperti dilansir BogorNews (08/02).

Namun anehnya pada acara itu tidak jelas Bima Arya datang sebagai perwakilan dari pemerintah atau sebagai pribadi, karena tampak jelas sekali bahwa acara tersebut tidak tampak foto kepala Negara dan bendera Negara Indonesia terpajang, dengan cepat netizen berikan kecaman dan kritikan, karena seperti yang diketahui bahwa HTI adalah gerakan yang ingin membuat Negara sendiri, ini sangat berbahaya dan ancaman serius bagi Negara dan berbangsa.

  • Di akun facebeook Hartawan Hari Permadi berikan komentar pedas, “Saya koq tidak melihat simbol2 negara dlm foto ini spt bendera merah putih, foto presiden & wapres dan lambang negara garuda pancasila. Pdhal yang hadir adlh walikota Bogor sbg pejabat negara. Mungkin ada kawan2 yg punya foto lengkapnya, bisa dishare disini. Sekalian jika ada yg hadir disitu, apakah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya di awal acara. Info2 tadi jadi indikator apakah ormas/lembaga ini pro NKRI atau sebaliknya”. 
  • Baca juga:
  • HTI: Merah Putih Hanya Cocok untuk Binatang
  • Bendera khilafah wahabi  Virus kebobrokan moral memang menjangkiti sebagian pemuda Islam.
  • Putu Yudy di akun Facebooknya juga berikan kritikan yang hampir sama, “Pejabat publik memang harus mengayomi semua pihak. Masalahnya, HTI menolak NKRI, UUD 45, Pancasila, dll dan ingin menggantinya dengan khilafah versi mereka. Hizbuttahrir adalah gerakan internasional. Di Suriah, mereka mendukung kelompok-kelompok jihad untuk menggulingkan pemerintahan hasil pemilu. Siapa yang jamin HTI tidak melakukan hal yang sama di Indonesia? Lalu, mengapa Walikota Bogor malah mau meresmikan kantor organisasi semacam ini? Apa Walikota Bogor bukan pejabat negara yang seharusnya menjaga NKRI? Shame on you Mr. Bima Arya!”
  • Dan kritikan pedas terlontarkan dari salah satu tokoh dunia maya Anton Dwisunu Hanung Nugrahanto di akun facebooknya juga mengatakan, “Kepada Menkopolkam, Menhan dan Mendagri tolong perhatikan tata letak dan tata lay out ruangan ini tak ada bendera merah putih dan tak ada lambang negara garuda pancasila, tapi dihadiri oleh representasi negara walikota Bogor”.

Pada bulan November 2015, warga Banyumas lakukan demo dan geruduk kantor HTI karena mereka resah dengan gerakan ini, sebab HTI dianggap telah melakukan “makar halus” seperti menyebarkan paham yang menganggap Pancasila sebagai syirik. Selain itu, HTI juga mengharamkan penghormatan kepada bendera merah putih dan menuding pemerintah sebagai toghut.

HTI meyakini akan Negara ‘Khilafah’, gerakan ormas ini berfaham Wahabi yang mengklaim ingin menjadikan Indonesia menjadi negara Islam, hal ini jelas sudah bertentangan dengan Pancasila. Justru yang terpenting disini bukanlah menjadikan negara Islam tetapi berupaya mungkin menciptakan kehidupan Islami di masyarakat seperti halnya kehidupan di jaman nabi Muhammad SAW sampai kepada masa khilafah para sahabat yang bertoleransi memberi kebebasan kepada pengikut yahudi dan nasrani dalam memeluk agamanya bahkan sebagian besar dari mereka datang dan belajar kepada ulama-ulama muslim guna menambah ilmu pengetahuan dalam bidang sains, kedokteran, teknologi dan lainnya.

Para pecinta Khilafah HTI ini tidak memiliki rasa nasionalis karena dianggap tidak ada kewajiban menyintai negerinya, tapi mencintai Islam, apakah mencintai negeri salah dan tidak Islami? Padahal pada masa zaman dulu para ulama membakar semangat para umatnya dengan mengatakan angkat senjata membela NKRI dan selalu mengumandangkan Petuah Mbah Hasyim Asyari tentang cinta tanah air sebagain dari iman.

Dan ormas Islam terbesar Indonesia juga sering kali ingatkan ke pemerintah akan bahayanya gerakan anti Pancasila dan Nasionalisme ini, ormas Islam yang anti nasionalisme dan Pancasila harus dibubarkan, karena membahayakan stabilitas negara dan NKRI. [SFA]

Tag: #Bima Arya, #Khilafah HTI, #Walikota Bogor, #Anti Pancasila

About abah

Check Also

MENHAN: Daripada Merepotkan WNI yang Gabung ISIS sebaiknya Gak Usah Pulang ke Indonesia

PKSPUYENGAN.COM — MENHAN, daripada merepotkan WNI yang Gabung ISIS sebaiknya Gak Usah Pulang. Menteri Pertahanan …

One comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: